Blog

Granuloma teleangiectaticum - Oorzaken, symptomen en behandeling van deze huidaandoening

Loslatende nagels

Bohn Stafleu van Loghum geeft aan het einde van dit jaar het boek Nagelaandoeningen. Handboek voor pedicures, podotherapeuten en andere voetspecialisten uit. Dit naslagwerk is geschreven door dr. Johan Toonstra, dermatoloog en dr. Anton C. de Groot, arts, die eerder al het succesvolle boek Voeten en huid schreven. In het boek worden (nagenoeg) alle afwijkingen die aan nagels en de andere weefsels van het nagelapparaat kunnen optreden, besproken. Met die informatie bent u in staat om gerichter en beter uw cliënten met afwijkingen aan de nagels te diagnosticeren, adviseren en eventueel behandelen. Podosophia licht een tipje van de sluier op. In dit artikel aandacht voor loslatende nagels.

This is a preview of subscription content, log in via an institution to check access.

Penyebab granuloma paru

Mengetahui adanya granuloma di paru-paru Anda mungkin terdengar menakutkan. Tak sedikit pula yang menyangka kemunculan granuloma paru adalah pertanda kanker.

Anda tidak perlu khawatir karena sebagian besar kasus granuloma bersifat jinak sehingga tidak memiliki potensi berkembang menjadi kanker.

Penyebab munculnya granuloma adalah respons tubuh terhadap sel-sel asing yang masuk, termasuk di organ paru.

Saat bakteri atau jamur masuk ke dalam paru-paru, sistem imun tubuh akan berusaha menghalaunya dengan cara membentuk kumpulan sel peradangan, yaitu granuloma.

Lalu, apa saja penyakit serta kondisi kesehatan yang menyebabkan tubuh bereaksi dan membentuk granuloma paru? Berikut adalah beberapa contohnya:

1. Sarkoidosis

Sarkoidosis adalah penyakit yang ditandai dengan kemunculan sel-sel peradangan di bagian tubuh mana pun.

Kebanyakan kasus sarkoidosis terjadi di paru-paru dan kelenjar getah bening.

Penyebab dari sarkoidosis belum diketahui secara pasti, tetapi para ahli menduga hal ini berkaitan dengan respons sistem imun tubuh.

Sarkoidosis dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, pada kasus yang parah, penyakit ini bisa berlangsung hingga beberapa tahun dan merusak organ tubuh.

2. Histoplasmosis

Penyakit lain yang berkaitan dengan granuloma paru adalah histoplasmosis.

Menurut Mayo Clinic, histoplasmosis adalah infeksi yang terjadi akibat menghirup spora jamur Histoplasma capsulatum.

Jamur tersebut terdapat di kotoran burung dan kelelawar. Ketika kotoran jatuh di tanah basah atau lembap, kemungkinan jamur untuk menyebar bisa lebih besar.

3. Tuberkulosis (TB)

Tuberkulosis atau TBC adalah infeksi serius yang menyerang paru-paru. Bakteri penyebab tuberkulosis dapat menular dengan mudah melalui udara.

Menurut sebuah studi dari Annals of Thoracic Medicine, tuberkulosis adalah salah satu penyebab granuloma paru yang paling umum.

Jenis-jenis granuloma

Berikut beberapa jenis granuloma yang biasa ditemukan pada manusia.

1. Granuloma paru

Granuloma paru merupakan salah satu jenis yang paling sering ditemukan.

Benjolan ini biasanya ditemukan pada penyakit tuberkulosis (TBC).

Infeksi bakteri penyebab TBC-lah yang memicu reaksi peradangan sehingga granumola terbentuk.

Benjolan di paru juga biasa ditemui pada penyakit sarkoidosis. Hingga saat ini, belum diketahui mengapa benjolan muncul.

Meski begitu, para ahli menduga bahwa penyebab granuloma paru ini muncul akibat tubuh melawan adanya benda asing pada paru, seperti debu dan kimia berbahaya.

2. Granuloma kulit

Jenis yang kerap ditemui pada kulit adalah granuloma annulare .

Ini adalah kondisi yang terjadi pada kulit yang disertai dengan kerak, ruam, dan benjolan yang membulat menyerupai cincin.

Kondisi ini biasanya ditemukan pada kulit bagian buku-buku jari, punggung tangan, siku, dan pergelangan kaki.

Penyebab munculnya benjolan ini meliputi cedera, infeksi, atau reaksi alergi yang tertunda.

Benjolan di kulit juga erat kaitannya dengan penyakit yang menyerang berbagai sistem kerja tubuh, seperti hiperlipidemia, HIV, dan tiroiditis autoimun.

Diabetes pun turut meningkatkan risiko kondisi ini, tepatnya disseminated granuloma annulare .

3. Granulomatous interstitial nephritis (GIN)

Mengutip studi terbitan Clinical Kidney Journal (2015), GIN relatif jarang terjadi, hanya ditemukan pada 0,5 – 0,9% dari seluruh biopsi ginjal.

Jenis granuloma ini berkaitan dengan penyakit sarkoidosis , TBC, dan infeksi jamur.

Tak hanya itu, menggunakan beberapa jenis antibiotik bisa meningkatkan risiko benjolan ini, di antaranya:

CASE 4

After increased exertion of the left arm for the duration of 3 months due to immobilization of the right arm following shoulder surgery, a 45-year-old patient developed a swelling of the soft tissue of the intermetacarpal space III/IV, which varied in size depending on the position of the hand and finger. He presented because the swelling prohibited him from wearing his wedding ring and he feared intractable bleeding. A 8 mm large swelling was found in the intermetacarpal web space (Fig. ​ (Fig.11). 11 ). Sonography revealed an enlargement of the vein from 4 mm to its triple size and a variation in blood flow velocity.

Case 4: Depending on the position of his hand the patient recognized a swelling in the intermetacarpal space III/IV which disappeared with elevation of the hand.

Case 4: Venous ectasia - Macroscopic versus microscopic evaulation. A and B, Intraoperative, venous ectasia of the digital vein was found. C, End-to-end anastomosis was performed to restore venous network.

Voor 16:00 besteld: dezelfde dag verzonden
Gratis verzending vanaf € 75
Klantenservice met jaren ervaring
Gratis sample bij je bestelling!