Blog

Herpes Simplex Type 2 - Begrijpen en Behandelen van Huidziekten

Inhaltsverzeichnis

  • 1 Was ist Herpes simplex?
  • 2 Ursachen
  • 3 Symptome, Beschwerden & Anzeichen
  • 4 Diagnose & Verlauf
  • 5 Komplikationen
  • 6 Wann sollte man zum Arzt gehen?
  • 7 Behandlung & Therapie
  • 8 Aussicht & Prognose
  • 9 Vorbeugung
  • 10 Nachsorge
  • 11 Das können Sie selbst tun
  • 12 Quellen

In den meisten Fällen treten beide Typen des Herpes als Hautkrankheit auf. Vereinzelt kann bei immungeschwächten Menschen auch eine generalisierte Form entstehen. Meist geschieht dies durch eine Herpes-Sepsis oder Entzündungen innerer Organe, wie auf der Netzhaut (Herpes-simplex-Retinitis) des Auges oder in der Speiseröhre (Herpes-simplex-Ösophagitis). Etwa 90% aller Erwachsenen sind von HSV-1 befallen, während es bei HSV-2 nur 5% bis 30% sind.

Komplikasi Herpes

Secara umum, infeksi akibat virus herpes jarang menimbulkan komplikasi serius. Komplikasi infeksi virus herpes biasanya terjadi pada kondisi tertentu. Misalnya, penderita herpes simpleks yang juga menderita HIV biasanya mengalami gejala herpes yang lebih parah dan lebih sering kambuh.

Komplikasi akibat infeksi virus herpes juga bisa tergantung pada jenis virus yang menginfeksi. Saat terinfeksi virus herpes simpleks, berikut ini adalah beberapa komplikasi yang bisa timbul:

  • Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain
  • Hepatitis
  • Radang paru-paru
  • Radang otak dan selaput otak
  • Kematian jaringan retina mata
  • Esofagitis

Pada cacar air, risiko terjadinya komplikasi umumnya akan meningkat pada anak-anak, lansia, ibu hamil, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat cacar air adalah:

  • Ruam menyebar ke mata
  • Ruam yang diikuti oleh sesak napas dan sakit kepala
  • Ruam yang diikuti dengan infeksi sekunder

Cacar air pada ibu hamil yang tidak ditangani dengan benar dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada janin. Gangguan tersebut bisa berupa gangguan penglihatan, retardasi mental, pertumbuhan lambat, atau kepala yang berukuran lebih kecil.

Sementara itu, komplikasi yang bisa terjadi akibat herpes zoster adalah:

  • Post herpetic neuralgia, yaitu nyeri yang masih dirasakan meski lesi pada kulit sudah menghilang
  • Infeksi bakteri pada lokasi ruam
  • Nyeri dan ruam yang menjalar hingga ke mata
  • Sindrom Ramsay-Hunt, yaitu kondisi yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada wajah dan gangguan pendengaran

Gejala Herpes

Infeksi herpes biasanya terjadi dalam beberapa tahap. Gejala atau keluhan yang bisa timbul pada tiap tahap dapat berbeda-beda, seperti dijelaskan di bawah ini:

1. Stadium primer

Ruam lepuh biasanya berisi cairan berwarna bening atau keruh. Ruam lepuh dapat pecah sehingga menimbulkan luka terbuka. Area di sekitar ruam lepuh juga akan berwarna kemerahan.

2. Stadium laten

Pada stadium ini, ruam lepuh dan luka yang sebelumnya muncul akan mereda. Namun, pada fase ini, virus sedang berkembang dan menyebar ke saraf di dekat saraf tulang belakang yang ada di bawah kulit.

3. Stadium peluruhan

Virus mulai berkembang biak pada ujung saraf organ tubuh. Jika ujung saraf yang terinfeksi terletak pada organ tubuh yang menghasilkan cairan, seperti testis atau vagina, maka virus herpes dapat terkandung dalam cairan tubuh seperti air mani dan lendir vagina. Biasanya, pada fase ini, penderita tidak mengeluhkan gejala khusus.

4. Stadium rekurensi (kemunculan kembali)

Pada stadium ini, ruam lepuh pada kulit yang terjadi di stadium primer dapat muncul kembali, tetapi biasanya tidak separah lepuhan dan luka yang sebelumnya. Gejala lain yang bisa timbul pada stadium rekurensi ini adalah gatal, kesemutan, dan nyeri yang muncul di area infeksi pada stadium pertama. Pada stadium ini, herpes juga bisa timbul kembali di area tubuh lain, misalnya di mata.

Perlu diingat, tidak semua penderita herpes mengalami gejala yang sama. Bahkan, kondisi ini kadang tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, pada beberapa orang yang mengalami infeksi virus herpes, akan muncul gejala berikut:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Hilang nafsu makan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Selanjutnya, akan muncul gejala spesifik sesuai dengan jenis virus herpes yang menginfeksi dan lokasi atau bagian tubuh yang terinfeksi, yaitu:

Herpes Simplex Treatment and Management

Herpes simplex infections can't be cured, but treatments are available to reduce the number and length of outbreaks. The risk of transmitting the infection to others is also reduced.

Daily antiviral medications, such as acyclovir , valacyclovir , and famciclovir , may be prescribed. During an outbreak, self-care strategies can also help manage pain and discomfort.

For an oral herpes outbreak featuring cold sores or blisters around the mouth, do the following:

  • Clean the affected area and pat dry
  • Use over-the-counter (OTC) pain relievers or ointments with ingredients such as benzocaine or lidocaine
  • Apply OTC antiviral cold sore medication to the lesions to help them heal quicker
  • Use petroleum jelly to keep skin from drying out or cracking
  • Avoid acidic, spicy, or salty foods that may irritate your lesions

Self-care for a genital herpes outbreak may include:

  • Use OTC pain relievers or cool compresses to help manage pain
  • Wash affected area with mild soap and gently dry
  • Wear loose fitting, cotton underwear

Voor 16:00 besteld: dezelfde dag verzonden
Gratis verzending vanaf € 75
Klantenservice met jaren ervaring
Gratis sample bij je bestelling!